Open Source : Berbeda dengan Software Proprietary

3 04 2010

Sumber terbuka (Inggris: open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_terbuka)

Perbedaannya dengan software proprietary :

Software-software Open Source saat ini telah berkembang begitu pesat sehingga dapat dikatakan bahwa pada umumnya tidak ada perbedaan antara Software OSS dengan Software Proprietary bila kita lihat dari segi aplikasinya. Namun bila kita lihat dari segi Total Cost of Ownership (TCO) dari kedua jenis Software itu, maka akan terlihat sangat jauh perbedaannya. Singkat kata, TCO Software Open Source jauh lebih murah dari TCO Software Propritary.

Dari segi aplikasi, Operating System Open Source, sepertu Ubuntu telah berkembang begitu pesat diseluruh dunia, termasuk di Indonesia yang didukung oleh organisasi Ubuntu Indonesia yang memberikan support secara gratis. Oleh karena itu di Indonesia telah muncul banyak Distro yang berbasiskan Ubuntu, seperti Ki Hajar, Lontara versi 3.0, dan lain-lain. Google-pun memanfaatkan operating system Debian Ubuntu sebagai basis untuk software Aplikasi-nya yangmutakhir, yaitu gOS atau Google Operating System lengkap dengan aplikasi Google Desk Top dan OpenOffice serta berbagai aplikasi bisnis lainnya.

(sumber : http://aosi.wordpress.com/category/tco-open-source-software-vs-proprietary-beda-besar/)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: