Mengembalikan GRUB Loader Ubuntu yang Hilang Setelah Install Windows part 2

23 12 2010

sebelumnya saya sudah posting bagaimana mengembalikan grub loader ubuntu yang hilang setelah menginstall windows xp/7. Jika postingan sebelumnya belum bisa membantu, silahkan coba menggunakan langkah-langkah dibawah ini:

Buka terminal bos … terus ikuti langkah-langkah selanjutnya …..

baca selengkapnya Read the rest of this entry »





Mengatasi masalah detect modem E1550 di Ubuntu 10.04

2 08 2010

Hampir saja saya putus asa mencari solusi bagaimana caranya modem huawei e1550 yang saya gunakan dapat terdeteksi oleh lucid padahal sebelumnya saya pake jaunty si-modem lagsung detect. iseng-iseng pake lucid karena tampilannya yang membuatku jatuh cinta (hehe.. kayak pacar aj). setelah googling kemana-mana dan akhirnya saya temukan caranya.

langakahnya :

Silahkan unduh usb-modeswitch dan usb-modeswitch-data lalu install 

sebelumnya pastikan komputer anda sudah tekoneksi dengan internet

dengan cara ketik pada terminal :

1. # sudo apt-get update

2.  #sudo apt-get install udev -extras

3.  #sudo apt-get install usb-modeswitch usb-modeswitch-data

setelelah proses selesai, reboot komputer anda dan selamat berselanjar di internet …

bravo ….!!





GRUB Loader Ubuntu Hilang Setelah Install Windows

2 08 2010

Biasanya jika memiliki dual boot OS misalkan: Linux dan Windows, dan kebetulan windowsnya error atau sering hang dan ada niat untuk install ulang OS windowsnya, jika kita ingin meng-install ulang kemungkinan GRUB Loader Linux-nya akan hilang karena saat install windows akan menulis ulang/menghapus MBR (Master Boot Record) yang ada dan akan menghapus GRUB Loader Linux, bagaimana cara untuk mengembalikan GRUB Loader Linux yaitu salah satunya dengan cara menggunakan CD Live Linux, misalkan ubuntu versi desktop, knoppix, dll. Setelah linux live cd sudah running, selanjutnya buka terminal, sebagai root ketik command grub selanjutnya akan tampil prompt grub > ;

untuk mengetahui partisi apa saja yang ada ketik geometry (hd0);

grub> geometry (hd0);

drive 0×80: C/H/S = 9729/255/63, The number of sectors = 156301488, /dev/sda

Partition num: 0, Filesystem type unknown, partition type 0×7

Partition num: 4, Filesystem type unknown, partition type 0×7

Partition num: 5, Filesystem type unknown, partition type 0×7

Partition num: 6, Filesystem type unknown, partition type 0×82

Partition num: 7, Filesystem type is ext2fs, partition type 0×83

Pada partisi diatas terlihat bahwa partisi nomor 7 yang menggunakan linux, lalu ketik root (hd0,7):

grub> root (hd0,7);

untuk menjadikan GRUB Loader-nya berada di MBR, ketik setup (hd0);

grub> setup (hd0);

Checking if “/boot/grub/stage1″ exists… yes

Checking if “/boot/grub/stage2″ exists… yes

Checking if “/boot/grub/e2fs_stage1_5″ exists… yes

Running “embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)”… 17 sectors are embedded.

succeeded

Running “install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+17 p (hd0,7)/boot/grub/stage2

/boot/grub/menu.lst”… succeeded

Done.

Begitulah salah satu cara untuk mengembalikan GRUB Loader Linux yang hilang karena terhapus saat install Window$

semoga bermanfaat. Salam!

Sumber: http://www.unhas.ac.id/poss/media.php?module=detailberita&id=52





Linux : Ubuntu 10.04 Keren

7 04 2010

logo for Ubuntu

Momen menjelang rilis terbaru Ubuntu versi Long-Term-Support (LTS atau Dukungan Jangka Panjang) tampaknya dimanfaatkan oleh Canonical untuk memperbarui brand (pencitraan) Ubuntu. Bila sebelumnya tagline (motto) Ubuntu adalah “Linux for Human Being” (Linux untuk Umat Manusia), maka sekarang akan dirubah menjadi “Ubuntu is Lightware” (Ubuntu itu Ringan). Ya, tema Ubuntu kali ini adalah “light“, yang bisa diartikan sebagai “ringan” dan “bercahaya”.

Selain itu, Ubuntu (dan variannya) juga akan memperoleh sejumlah perubahan yang cukup radikal dari sisi desain, termasuk logo, tema desktop, desain situs, dan lainnya. Perubahan-perubahan ini tampaknya akan direalisasikan sejak rilis Ubuntu 10.04 Lucyd Lynx nanti. Apa saja yang berubah?

Yang paling kelihatan adalah tampilan tema default pada desktop Ubuntu. Berikut tampilannya:

themes baru pada ubuntu Read the rest of this entry »





GNU General Public License (GNU/GPL)

3 04 2010

GNU/GPL merupakan sebuah kumpulan ketentuan pendistribusian tertentu untuk meng-copyleft-kan sebuah program. Proyek GNU menggunakannya sebagai perjanjian distribusi untuk sebagian besar perangkat lunak GNU. Sebagai contoh adalah lisensi GPL yang umum digunakan pada perangkat lunak Open Source. GPL memberikan hak kepada orang lain untuk menggunakan sebuah ciptaan asalkan modifikasi atau produk derivasi dari ciptaan tersebut memiliki lisensi yang sama. Kebalikan dari hak cipta adalah public domain. Ciptaan dalam public domain dapat digunakan sekehendaknya oleh pihak lain.

(sumber : http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-1/ch02s04.html)





How About Kernel

3 04 2010

Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.

Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kernel_%28ilmu_komputer%29)

Beberapa desain Kernel

Beberapa desain kernel sistem operasi

Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.

Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut: Read the rest of this entry »





Open Source : Berbeda dengan Software Proprietary

3 04 2010

Sumber terbuka (Inggris: open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_terbuka)

Perbedaannya dengan software proprietary : Read the rest of this entry »